my dreams,story and dailychat

Just another WordPress.com weblog

*belajar motret* October 2, 2011

Filed under: Uncategorized — milasavitri @ 10:44 am

belakangan ini lagi demen banget jepret2…dan entah kenapa lagi suka banget ama b/w photos…
well belom dan masih jauh banget dari jago…tapi pengen share aja deh disini..dimana lagi share kalo nggak di blog kita sendiri ya gak hihihi….
ok, enjoy the photos then…komen+saran+celaan+pujian ditampung lho hihihi…. =)

stepping

watersplashes

pucca

hello kitty

newborn babyboy

mini bianglala

reflection

new haircut

swirling

Advertisements
 

Piknik Day #2 July 10, 2011

Filed under: Support Children Playground — milasavitri @ 5:02 pm

Ketemu lagi di Piknik Day-nya komunitas Support Children Playground!!! =)
Piknik kali ini, kita pengen mencoba sesuatu yang agak beda dari sebelumnya…secara lokasi lebih jauh, jenis taman yang berbeda dari Piknik Day #1 ( baca https://milasnotes.wordpress.com/2011/07/07/piknik-day-1/ ), juga cara pencapaian ke lokasi piknik yg berbeda… setelah berembuk di grup fb, pilihan jatuh pada Taman Kartini di Baros Cimahi. Selain karena saya sering melewatinya -jadi nggak asing2 banget-, taman Kartini tampak rindang dan seringkali cukup ramai dikunjungi orang, terutama anak2 sekolah dari SD Kartini yang memang berada di belakang taman tersebut.

So, di sebuah sabtu pagi yang cerah, kami berkumpul di Stasiun Bandung…YUP! kami akan menuju Cimahi naik kereta api lokal =)) Seperti yang sudah sempat dibahas di grup, ternyata naik kereta api ini cukup membuat anak2 semangat dan nggak sabar untuk ikut piknik kali ini…jadi, setelah peserta confirmed+beberapa tambahan berkumpul sampai wkt yg ditentukan, kita segera membeli tiket kereta api baraya geulis yg menuju arah padalarang (untuk lihat jadwalnya klik http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Baraya_Geulis)…

lucky US!! ternyata baraya geulis bener2 secantik namanya!! sudahlah bersiiih, sepiii, nyamaan pula…anak dan para ortu hepi banget naik kereta lokal ini…perjalanan jadi tidak terasa dan tahu2 kami sudah sampai di stasiun cimahi =)

sampai di stasiun, peserta piknik dikasih pilihan, mau jalan kaki atau naik angkot menuju taman Kartini, krn sebenarnya jaraknya nggak terlalu jauh, kira2 200m…cuma kasihan aja kl ada anak2 yg belum kuat jalan jauh, mana ada ibu hamil lagi hehe..tp ternyata semangat peserta piknik tinggi bangeet, semua pada milih jalan kaki…diantara terik matahari, keringat dan silau terdengar celotehan anak2 ..gak lama kemudian, sampailah kami di taman Kartini.

Taman Kartini cukup luas, ditandai dengan adanya patung setengah dada Kartini di gerbangnya (yang langsung jadi tempat dokumentasi pertama kami2 hehe).Luasnya mungkin sekitar 1000m2, di tengahnya terdapat kolam yang cukup besar dan dimana2 ada pohon besar yang tampak cukup tua dan super rindang. Kami langsung memilih spot untuk menggelar tikar+cemilan…Ibu2 langsung mengeluarkan bekal masing-masing, anak-anak mengeluarkan alat permainan dan langsung beraksi, ayah2 ada yang bermain dengan anak2 ada juga yang asik memotret2… sebagian pun ada yang berjalan2 mengelilingi taman… Benar saja, taman cukup ramai dengan anak2 yg sdg istirahat sekolah, tapi selain itu banyak pengunjung umum lain yang sekedar mengobrol,jajan bahkan memancing di tepi kolam…woow…taman ini benar2 berfungsi sebagaimana mestinya, berhasil bangeet!!

Aktivitas anak2 masih nggak jauh dari permainan outdoor spt bulutangkis, petak umpet,lari2 dan berkeliling kolam…lucunya ada yang anteeng merhatiin flora fauna di bawah pohon rindang dan nguprek2in tanah…sebenarnya ada fasilitas bermain di salah satu sisi taman, tapi saat itu banyak anak2 SD yang menggunakannya..tapi itu tidak mengurangi keriaan teman2 piknik kita kok =)

Sampai akhirnya hari sudah semakin terik, anak2 sudah agak lelah dan perut sudah kenyang terisi cemilan, kami putuskan untuk kembali ke bandung. Dengan berjalan kaki lagi, kami menuju stasiun cimahi dan mencari jadwal kereta terdekat. Sayangnya jadwal baraya geulis masih lama, jadi diputuskan kami akan naik kereta lokal ekonomi. Sayangnya lagi, jadwalnya *sigh* molor…jadi kami musti menunggu agak lama…tapii untungnya lagi, anak2 sama sekali nggak rewel, mereka malah asik mengeksplorasi stasiun dan asik bermain dan bercanda…

Sampai akhirnya kereta lokal datang, kami pun naik dan *dengan sudah diduga sebelumnya* harus berdesak2an dengan berbagai jenis penumpang yang memadatinya… sebenarnya dalam hati kecil saya agak merasa nggak tega dengan ketidaknhyamanan yang musti dirasakan anak2, tapi seorang kawan berbisik pada saya,” ini baguus, justru dengan naik kereta lokal ini kita sambil mengenalkan pada anak2, ada situasi enak, tapi ada juga situasi kurang nyaman yang musti kita lalui…ini kan sambil melatih kepekaan sosial mereka juga”…waah saya jadi agak lega mendengar support kawan tadi..semoga saja semua juga merasakan hal yang sama yaa…

Peserta turun di stasiun yang berbeda sesuai dengan jarak terdekat dari rumah masing2…ada yang turun di stasiun bandung, ada yang turun di stasiun kiaracondong…kamipun saling berpamitan dari jarak jauh (karena duduknya terpisah2) lewat kode2 lambaian tangan…walaupun lelah, tapi kami senang…sampai ketemu di Piknik Day #3!! =))

 

Piknik Day #1 July 7, 2011

Filed under: Uncategorized — milasavitri @ 5:00 pm

Yaaay ketemu lagi…udah lama nih nggak nulis…. sebenernya banyaak yang pengen ditulis, terutama sejak punya komunitas Support Children Playground…
mau tahu lebih banyak tentang Support Children Playground? ayoo join di grup fb @Support Children Playground, atau follow twitternya @childrenpground…
Intinya, komunitas ini berawal dari kebutuhan para pendirinya -yang kebetulan terdiri dari emak2 beranak TK dan sebagian besar arsitek- akan tempat bermain untuk anak-anak, yang BUKAN mall -yang notabene mahal-tertutup-nggak alami-dan terbatas… bukannya kita anti mall lho, mall tetep perlu untuk refreshing, tapi bukan satu2nya tempat untuk bersenang-senang kaan, dan lagi mall juga ‘berbahaya’ dalam hal menumbuhkan sifat konsumtif kita yang tentu bisa nggak sehat untuk kantong kita hehe…

sedangkan di taman atau ruang terbuka, kita pun bisa bersenang-senang dengan anak-anak…mereka bisa bermain berbagai permainan outdoor, bergerak lebih banyak, menghirup udara segar, mengenal dan mengamati alam lebih dekat, berbagi permainan dengan teman lain, bahkan bisa kenal dengan permainan2 tradisional yang mungkin saja sudah makin jarang ditemui. Berbekal keinginan2 awal seperti itu, kami beberapa bunda pun mulai berencana untuk mendatangi taman atau ruang2 terbuka publik yang ada di kota Bandung untuk dijadikan tempat bermain anak-anak dan orangtua…

Awalnya, kami mencoba bikin list taman2 yang ada di bandung, lalu mulai membuat kriteria taman yang bisa didatangi…yang jelas taman ini sebaiknya aman untuk anak2, di lokasi yang mudah dijangkau dan tidak perlu terlalu besar sebagai tujuan awal…lalu supaya asik, kita kasih nama aktivitas mendatangi taman ini dengan judul ‘Piknik Day’…gak ada maksud apa2 sih, cuma sepertinya kata ‘Piknik’ udah agak lama tidak terdengar, jadi sekalian kita bernostalgia sambil bersenang2 =)

Soo, pilihan pertama untuk Piknik Day #1 kita adalah taman Wira Angun2. Kenapa? karena lokasinya di tengah perumahan yang tampaknya aman, tempatnya juga mudah dijangkau (rata2 kenal lokasinya) dan banyak pohonnya aka rimbun. Harinya? dipilihlah hari Sabtu, dengan pertimbangan rata2 anak2 libur di hari sabtu dan hari sabtu masih peralihan untuk pilihan beraktivitas, dimana hari minggu biasanya orang punya rencana untuk beraktivitas dengan keluarga saja.
Jadi, undangan mulai disebar di grup, hanya dengan syarat membawa alat permainan outdoor dan cemilan masing2… dan kita pun berangkat tanpa banyak ekspektasi…whatever will be will be, niat kita hanyalah ingin bersenang2 di ruang terbuka dan bermain bersama anak2..

Tapi, ternyata responnya cukup baik, pagi itu yang datang 7 keluarga, anak2 berlari2-bermain bulutangkis-menendang dan mengejar bola-memungut dan mengumpulkan buah cemara-memandang awal yang bergerak, ibu2 ngemil dan bercengkerama, ayah2 mengobrol dan memotret…wooohooo…menyenangkan!!


mulai maiiin =)


ada yang baru kenal, tapi main bareng tuh ๐Ÿ˜‰


emak2 pun mengemil dan mengubrul =D


buah cemara hasil perburuan krucils

</a
seriuus yaa, liat apa siih?


tuuh kan pada gogoleran gini ngapain siih?


oooh ternyata pada liat langit+awan yang bergerak ๐Ÿ˜‰


dua sahabat


hehehee…

Kesimpulannya : taman Wira Angun2 sebagai taman di kawasan perumahan sudah cukup nyaman dan aman untuk anak2…seluruh taman dilapisi rumput yang nyaman untuk bermain dan sudah banyak pohon rindang yang semakin membuatnya sejuk…jalan yang melingkari taman juga tidak terlalu ramai oleh kendaraan, jadi cukup aman untuk keselamatan anak2…pasti taman WIra Angun2 akan semakin menyenagkan kalau ada fasilitas bermain untuk anak atau kolam pasirnya…tapi begini juga udah menyenangkan kook…kapan2 main lagi aah ksini =)


yeaaay…piknik day #1 sangat menyenangkan…sampai ketemu di piknik day#2 yaaa =)

 

SURPRISE! Open space di dekat mesjid jl mangga :) May 4, 2010

Filed under: Uncategorized — milasavitri @ 4:40 am

Hari minggu sore yang lalu, kami sekeluarga mampir di mesjid Miftahul Hidayah untuk sholat sehabis berjalan-jalan. Mesjid ini ada di tengah2 lingkungan perumahan di sekitar jl. Mangga, Bandung. Sudah cukup lama kami tidak kesana karena lokasinya cukup jauh dari rumah kami yang notabene ada di bandung coret. Daaan, ternyata perubahannya sangat menggembirakan! Halamannya yang semula hanya berupa hamparan rumput (saja), ternyata kemarin sudah berubah. Lingkungannya sudah lebih didesain, dilengkapi dengan fasilitas CPG (children playground), lapangan basket, bench, dinding pembatas/buffer antara ruang wudhu dengan taman, serta tata hijau yang lebih atraktif. Saya yang semula tidak berniat turun (karena sedang berhalangan) jadinya malah turun karena penasaran dan asyik menjepret2.
Waaw seandainya semua neighborhood open space seperti ini yaa, sepertinya warganya bakal betah beraktifitas dan bersosialisasi di situ deeeh…

Area hardcover untuk bermain basket, dilengkapi dengan ring ๐Ÿ™‚

pavement


children playground yang menyenangkan

bangku taman


hijau-hijau yang bikin seger


salah satu sudut ruang terbuka

well, satu kata : salut! semoga bisa diikuti oleh neighborhood open space lainnya di bandung…^_^

 

Children Friendly Open Space April 27, 2010

Filed under: child friendly city,interesting issue — milasavitri @ 4:06 am

Ruang Terbuka Ramah Anak

Mengapa ruang publik penting bagi anak-anak?

Menurut artikel Involving Young People in the Design and Care of Urban Spaces (http://www.cabe.org.uk/files/what-would-you-do-with-this-space.pdf) dari CABE 2004 (Commission for Architecture and the Built Environment), anak-anak (dan remaja) memerlukan ruang yang bukan di rumah mereka dimana mereka bisa bersosialisasi dan menghabiskan waktu bersama teman sebaya mereka. Ruang publik punya peran yang penting, dimana ruang publik bisa diakses oleh siapa saja dalam komunitas sekitarnya. Interaksi-interaksi yang terjadi di ruang publik menyediakan edukasi yang kaya bagi anak2 tentang dunia di sekitar mereka dan orang-orang yang berada di sekitar mereka.

Taman-taman, pojok jalan, playgrounds, lapangan sepakbola, trotoar, hamparan berumput dan berpohon bisa merupakan tempat bagi anak-anak untuk bermain dan bertemu, untuk menentukan dunia merdeka mereka dari orangtuanya dan melakukan eksplorasi di alam serta lingkungan binaan sekitar mereka.

Akses menuju ruang publik yang baik dapat membantu anak2 untuk tetap sehat dan menghindari masalah obesitas karena mereka jadi banyak bergerak dan menghirup udara segar.

Tidak hanya taman dan playground yang penting. Anak2 juga perlu untuk menggunakan seluruh ruang publik dengan perasaan aman dan bebas takut. Bagi banyak anak, terutama yang mempunyai sedikit pengalaman bepergian/ berlibur yang agak jauh, lingkungan lokal di sekitar mereka adalah tempat dimana mereka mencari pengalaman dunia luar.

Area bermain

Dalam artikel Principles of Child Friendly Housing, Portland Courtyard Housing 2007, (http://www.courtyardhousing.org/downloads/ChildFriendlyHousing.pdf) disebutkan bahwa anak-anak perlu diberi ruang untuk memenuhi kebutuhan fisik mereka. Desain area luar dan dalam harus memenuhi kapasitas yang bisa mendukung mereka bermain.

Pelarangan2 pada aktivitas anak-anak tidak akan kondusif bagi perkembangan yang sehat. Melalui bermainlah anak-anak memperoleh keterampilan sosial, kognisi dan fisik. Pelarangan-pelarangan di area bermain juga bisa menghambat proses perkembangan mereka. Beberapa masukan tentang area bermain antara lain :

– area outdoor sebaiknya berada di sekitar rumah, khususnya dekat dengan pintu, sangat penting untuk anak-anak yang masih kecil

– menciptakan buffer zone/ area penyangga/ perantara sebagai area transisi antara privat โ€“ semi publik. Ruang transisi seperti ini memungkinkan anak-anak secara bertahap mencapai perasaan merdeka dari rumah mereka.

– Menyediakan ruang yang cukup untuk fungsi ganda pada jalur jalan, yaitu untuk sirkulasi dan tempat bermain anak. Anak-anak diatas 6 tahun sering bermain sepeda, roller skate dan berlari pada jalur pejalan kaki (pavement)

– Lokasi area bermain seharusnya bisa mengakomodir berbagai jenis permainan, termasuk :
1. gross motor play : adanya perlengkapan / sarana yang menawarkan kesempatan untuk aktivitas fisik, seperti meluncur, memanjat, meraih dan menyeberang.

2. quiet play : mereka perlu waktu tenang untuk menggali hal-hal pada lingkungan belajar mereka, seperti buku dan puzzle. Permainan tenang ini menyediakan kesempatan bagi mereka untuk berpikir dan belajar reasoning/ pemahaman, contohnya : meronce, menyusun puzzle, membaca, melihat gambar2, dll

3. Dramatic play: bermain peran juga perlu untuk membangun keterampilan sosial dan verbal mereka. Zona ini memerlukan latar/ backdrop yang mendukung dan memfasilitasi mereka untuk meniru peran2 orang dewasa dengan bermain rumah2an, sekolah, theatre dan peran2 lainnya.


– Rencanakan aktivitas outdoor yang membantu menstimulasi perkembangan anak seperti : permainan air dan pasir, konstruksi, bercocok tanam, arts and crafts, memanjat, berayun, naik mainan beroda dll.



Shared streets/ woonerf

Salah satu konsep yang menguntungkan bagi anak di lingkuingan tempat tinggal mereka adalah tersedianya shared street/woonerf. Shared streeet menjadi tempat yang cocok untuk interaksi para pejalankaki, dimana orang-orang bisa berhenti sejenak dan bersosialisasi di jalan. Hal ini juga menawarkan tempat pilihan untuk anak2 bermain dan meningkatkan kontak sosial di lingkungan dekat rumah.


Dutch woonerf

British woonerf
(gambar diambil dari http://www.courtyardhousing.org/images_shared.html)

 

oldies cimahi April 14, 2010

Filed under: cimahi,heritage,interesting issue,konservasi — milasavitri @ 5:36 am

Hanya ingin berbagi pengalaman waktu saya bersama teman2 di tim proyek penataan alun2 cimahi survey di sana…beberapa tahun yang lalu…

“…Padahal di sekitar situ kan bangunannya udah jaman sekarang semua, eeeh tapi dooong, ternyata di jalan samping alun2nya di seberang Ramayana (which is soo bulky) ada bangunan bergaya art deco yang bernama Rio…(foto bioskop rio), waah langsung gatel deh mo motret2 dia…

Perjalanan dilanjut lagi ke arah utara…waw, jalannya mungkin cuma selebar 5 meter, tapi trafficnya doonk, padat dan ruamee…ya angkot, motor, mobil yang parkir on street belum lagi anak2 SD yang bersliweran…memang di situ ada SD sih, udah gitu dekat pasar lagi…seruuu….SD nya juga lucu sih walopun bukan bangunan tua banget…

Begitu mentok dari SD dan belok kiri, wuiiih ada lagi 1 bangunan yang tampak kumuh, tapiiii aku kok suka langgamnya ya…jadi jepret2 banyak deh…(foto alun_1,2 row)


Trus, menurut si pemberi proyek, ada 1 bangunan ‘bandel’ di ujung timur laut alun2, konon dia gak mau dibebasin…ternyata doonk, itu bangunan sudut yang unik dengan bentuk melengkung yang berfungsi sebagai toko buku…(sedih deh, sepi banget di antara keramaian di luarnya) ooo ini tho…pantesan gak mau dibebasin, abis keren kok =) (foto toko buku)

Wah, senangnya, gak nyangka bisa nemu ‘harta karun’ bangunan konservasi di kawasan cimahi yang selama ini terlihat yaa gitu deh…;D “

 

urban lighting @ a glance April 6, 2010

Filed under: urban lighting — milasavitri @ 1:57 am

Itโ€™s been a while since this topic became one of my special notification, it had been my thesis on my postgraduate study, only I took it in interior design context. Since I have been working at urban design consultant, so I bring it on an urban context, with all the different constraints and obstacles. So, before entering the main subjects, urban lighting, first of all we are going to define the basic subject โ€“light- and the features that comes around it.

Lighting :
– The state of being lighted, illumination
– The method or equipment used to provide artificial illumination
– The act or process of igniting

Objectives
– To give light to help human and another living creature to see the environment clearer for some purposes
– To fulfill the basic need of human of being lighted
– To help human to see things clearly
– To give the certained and purposed effect

Requirements
– Esthetique : variety,position,ambience/mood,color
– Practical : fixtures,wattage,light level

Fixtures


Factors
– Humanโ€™s eyes (from brain to senses through cognition and perception processes)
– Objects
– Light resources
– Context

Types
Ambient lighting : lighting that covers all surfaces smoothly, ex: at school’s class and offices

Aesthetic lighting : lighting that gives priority to aesthetical reason, ex : arts and commercial lighting

General lighting : all purpose lighting, to create safe and comfort environment. The main key of this type is to provide lighting to fulfill the need of clarity and to avoid the lighti-uncovered areas

Task lighting : lighting that supports daily activities, ex : reading, cooking, make-up,shaving etc. It should be glare-free, efficient, deliver visual-clarity and keep away the eyes from the tensed and tired condition.

Accent lighting : lighting that purposes to give spesific attraction effect to the watchers, or to give highlight to spesific objects, from the ordinary objects-art-architecture elements-interior and any other.

Elements
Street lighting : streetscape former ex: street light and facade of a building.

Accent lighting : for spesific needs like arts or important information.

Shop window: to attract consumers to see the shop etalage.

Urban furniture : urban element complementer, as a part of a building or street furniture, ex : bollard, garbage/litter box, seating, parks element etc

Signage : to highlight the information about place or facility

Urban lighting definition

Is the science and art of lighting the public environment. The reason for lighting our urban environment has its origin in the fact that our eyes are not adapted to seeing in the darkness and therefore we need light in order to travel safely within our environment.

Lighting in urban context
Urban lighting is basically needed for giving the feeling of safety in the urban spaces for the spectators, specially at a nighttime. 3 main purposes of the urban lighting are :

1. Identity

– To give identity for specific area
– To help to create an image of the area
– To deliver the specific area to have a special character no other places have

2. Orientation

– To give orientation in order to get to aimed places
– To help wayfinding system in the area
– To form a specific pattern that can direct people to places, as a path.corridor or landmark/nodes

3. Information

– to give information needed by people about the place/facility, including the activities,the function, the location context etc.

I also find interesting precedents about urban lighting here :
http://www.designboom.com/weblog/keyword/urban-lighting.html

Well maybe that’s all for beginning, later i will explain more about urban lighting and collaboration work with other field for making something bigger that just an ordinary urban lighting. I do hope so…c u ๐Ÿ™‚